SUKABUMI — Kepala Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Suhendra, memastikan program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikidang tetap berjalan meski sempat terkendala cuaca ekstrem.
Hal tersebut disampaikan saat Suhendra melakukan monitoring langsung ke lokasi kegiatan BUMDes yang bersumber dari alokasi Dana Desa sebesar 20 persen, Selasa (23/12/2025). Kegiatan tersebut berlokasi di Kampung Parabon, RT 003/005, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
Program ketahanan pangan yang difokuskan pada pembangunan kandang ayam petelur itu sebelumnya telah mencapai progres sekitar 50 persen. Namun, proses pembangunan terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan longsor tanah di area lokasi kandang.
“Bangunan ini sebenarnya sudah berdiri sekitar 50 persen. Namun karena cuaca ekstrem dan terjadi longsor tanah, demi faktor keamanan terpaksa kami bongkar kembali,” ujar Ocon,Kepala Unit Bumdes kegiatan, saat peninjauan di lokasi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Cikidang bersama pengelola BUMDes memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunan ke area yang lebih aman, yakni di Blok B. Menurut Kepala Desa Suhendra, pemindahan lokasi tersebut tidak akan menghambat tujuan utama program selama usaha peternakan ayam petelur tetap berjalan sesuai rencana.
“Bangunan akan kami dirikan kembali di lokasi yang lebih aman. Yang terpenting, kandang dan peternakan ayam ini tetap berjalan. Program ketahanan pangan harus terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Suhendra.
Program ketahanan pangan BUMDes Cikidang ini dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 Tahap II, dengan total anggaran sekitar Rp355 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pemerataan tanah lokasi kandang, pembangunan kandang ayam petelur, pengadaan ayam, serta sarana pendukung seperti gudang pakan dan tempat penampungan telur.
Suhendra menegaskan, program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi desa serta memastikan Dana Desa dimanfaatkan secara produktif dan merata.
“Saya berharap pembangunan ini bisa segera dipercepat dan diselesaikan. Setelah kandang siap, barulah kita masuk ke tahap pembelian ayam. Target awalnya satu kandang dengan kapasitas sekitar seribu ekor ayam petelur,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Cikidang menargetkan pengembangan usaha secara bertahap. Apabila satu kandang telah berjalan optimal dan memberikan hasil, pembangunan kandang berikutnya akan kembali direncanakan.
“Harapan kami, BUMDes Cikidang benar-benar berjalan dan berkembang. Dari satu kandang bisa bertambah menjadi dua, lalu terus berkembang. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Ocon
Program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur ini diharapkan menjadi salah satu pilar ekonomi desa, sekaligus bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Cikidang dalam mengelola Dana Desa secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
(Red)
