-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gunung Salak: Seribu Legenda, Sejuta Misteri, dan Daya Tarik yang Tak Pernah Padam

Jumat | 12/19/2025 09:31:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-20T05:38:19Z

SUKABUMI–Gunung Salak bukan sekadar bentang alam hijau yang menjulang di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. Di balik keindahannya, gunung ini menyimpan sejuta legenda yang terus hidup di tengah masyarakat, menjadikannya salah satu gunung paling terkenal dengan aura mistis dan daya tarik magnetik yang tinggi di Jawa Barat.


Sejak dahulu, Gunung Salak dikenal sebagai kawasan yang sarat cerita gaib. Mulai dari kisah kerajaan kuno, petilasan tokoh-tokoh leluhur, hingga mitos tentang makhluk penjaga hutan, semuanya melekat erat dalam ingatan kolektif warga sekitar. Tak heran, gunung ini kerap disebut sebagai “gunung seribu cerita”.


Nama “Salak” sendiri diyakini berasal dari kata Salaka yang berarti perak, menandakan nilai sakral dan kemuliaan gunung ini sejak masa lampau. Sejumlah situs bersejarah dan petilasan masih sering diziarahi hingga kini, terutama pada waktu-waktu tertentu yang dianggap sakral oleh masyarakat adat.


Selain dikenal angker, Gunung Salak juga memiliki reputasi sebagai kawasan dengan medan magnet alam yang kuat. Banyak pendaki dan peneliti mencatat bahwa kompas sering mengalami gangguan di beberapa titik jalur pendakian. Kondisi hutan yang rapat, cuaca yang cepat berubah, serta kontur alam yang ekstrem membuat gunung ini kerap menelan korban pendaki yang tersesat.


Namun di balik kesan mistis tersebut, Gunung Salak justru memiliki daya tarik luar biasa. Air terjun, kawah, hutan tropis, serta keanekaragaman hayati menjadikan kawasan ini surga ekologi yang penting bagi keseimbangan alam Jawa Barat. Gunung Salak juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, mulai dari sumber air hingga penopang ekonomi berbasis lingkungan.


Tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan Gunung Salak menilai, legenda dan mitos yang berkembang sejatinya adalah pesan kearifan lokal agar manusia menjaga sikap hormat terhadap alam. “Angker itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk mengingatkan bahwa alam tidak boleh disombongkan,” ujar salah satu tokoh adat setempat.


Kini, Gunung Salak tidak hanya dikenal sebagai gunung mistis, tetapi juga sebagai simbol pertemuan antara sejarah, budaya, dan konservasi alam. Sejuta legenda yang tersimpan di dalamnya justru menjadi magnet kuat yang mengundang rasa hormat, kekaguman, sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya.


Gunung Salak seolah berpesan: siapa pun yang datang, datanglah dengan niat baik, adab, dan kesadaran bahwa alam memiliki jiwa yang harus dihormati.



(Red) 

×
Berita Terbaru Update