-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ditikam, Haji Jepri Tunjukkan Keteguhan: Banjir Doa Mengalir dari Warga Caringin

Kamis | 3/26/2026 08:46:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T03:46:22Z





CARINGIN — Peristiwa penusukan yang menimpa tokoh kharismatik Kecamatan Caringin, H. Safrudin Jefri atau yang akrab disapa Haji Jepri, tidak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga memunculkan gelombang simpati dari berbagai kalangan.

Di tengah proses pemulihan, Haji Jepri justru menunjukkan keteguhan sikap yang semakin menguatkan posisinya sebagai figur panutan masyarakat.

Salah satu bentuk kepedulian datang dari mantan Bupati Bogor periode 2018–2022, Ade Munawaroh Yasin, yang mengunjungi kediamannya di Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang Pondok, Kamis (26/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara tokoh masyarakat dan pemimpin daerah, meskipun masa jabatan telah berakhir.

Dalam pernyataannya, Haji Jepri menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan doa yang terus mengalir. Ia mengaku terharu atas perhatian yang diberikan berbagai pihak, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat yang datang menjenguk.

Alih-alih larut dalam trauma, Haji Jepri justru menampilkan ketenangan yang mencerminkan kedalaman spiritualnya. Sikap tersebut menjadi pesan moral bagi masyarakat bahwa kesabaran dan keikhlasan merupakan fondasi utama dalam menghadapi cobaan.

Dukungan spiritual juga datang dari Ketua MUI Kecamatan Caringin, KH Entis Sutisna, bersama sejumlah ulama lainnya. Doa yang dipanjatkan menjadi kekuatan kolektif yang memperlihatkan kedekatan emosional antara Haji Jepri dan masyarakat.

Fenomena “banjir doa” yang mengiringi peristiwa ini menunjukkan bahwa Haji Jepri memiliki tempat istimewa di hati warga. Hal tersebut tidak lepas dari peran dan kontribusinya selama ini dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi tentang makna kepemimpinan. Dalam kondisi terbatas, Haji Jepri tetap mampu menunjukkan sikap yang menenangkan dan penuh rasa syukur—sebuah teladan bahwa kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh sikap dalam menghadapi setiap ujian.

Masyarakat pun berharap Haji Jepri segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Perannya sebagai tokoh panutan dinilai penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan religiusitas di tengah masyarakat Caringin dan sekitarnya.

Lebih dari sekadar musibah, peristiwa ini menjadi gambaran kuatnya solidaritas sosial. Dukungan dan doa yang terus mengalir tidak hanya mempercepat pemulihan secara fisik, tetapi juga menguatkan secara batin—menjadikan Haji Jepri sosok yang semakin kokoh dan menginspirasi.

Red. 

×
Berita Terbaru Update