Sukabumi — Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda (akrab disapa Pak Wanju), menghadiri Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026, Selasa (11/11/2025), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi.
Rapat tersebut dihadiri seluruh anggota DPRD Kota Sukabumi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, para lurah, pimpinan partai politik, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam proses pembangunan daerah.
> “Komitmen saya pribadi dan jajaran eksekutif adalah memelihara sinergi dan kolaborasi konstruktif dengan lembaga legislatif dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi,” ujar Ayep Zaki.
Pandangan Fraksi dan Fokus Peningkatan PAD
Sebanyak sembilan fraksi DPRD Kota Sukabumi—yakni Fraksi Nasdem, Demokrat, Gerindra, PKB, PPP, PKS, PAN, Golkar, dan PDI Perjuangan—menyoroti penurunan komponen Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang berdampak pada defisit APBD.
DPRD meminta pemerintah kota memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar struktur APBD menjadi lebih sehat dan berkelanjutan, dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ayep Zaki menyatakan menerima seluruh aspirasi sembilan fraksi tersebut.
> “Aspirasi sembilan fraksi kami terima dan memiliki pandangan yang sama, yaitu untuk terus menggenjot PAD Kota Sukabumi agar bisa maksimal menambah kekuatan APBD,” jelasnya.
Struktur dan Kondisi APBD 2026
Dalam paparannya, Ayep Zaki menjelaskan bahwa struktur APBD 2026 disusun dalam kondisi berimbang, dengan rincian:
Pendapatan daerah sebesar Rp1,175 triliun
Belanja daerah sebesar Rp1,186 triliun
Pembiayaan daerah sebesar Rp10,861 miliar
Terdapat penurunan pada komponen Dana Bagi Hasil Pajak dan Dana Alokasi Umum, yang menyebabkan defisit sebesar Rp142,384 miliar dibandingkan rancangan APBD sebelumnya. Namun, dibandingkan dengan perubahan parsial APBD 2025, masih terdapat selisih positif sebesar Rp159,102 miliar.
> “Kondisi tersebut terjadi akibat penyesuaian alokasi dari pusat. Namun kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mencari solusi atas pengurangan tersebut,” ujar Ayep Zaki.
Upaya dan Optimisme Pemerintah Kota
Usai rapat paripurna, Wali Kota menyampaikan optimismenya di hadapan media.
> “Kami bersama DPRD akan berupaya ke Kementerian Keuangan agar pengurangannya bisa ditutupi. Surat resmi sudah kami kirim, dan kami berharap dapat bertemu langsung dengan Menteri Keuangan bersama Ketua DPRD untuk memperjuangkan agar dana Rp159 miliar tersebut bisa kembali dialokasikan,” katanya.
Ayep Zaki menegaskan bahwa secara umum, kondisi keuangan daerah Kota Sukabumi masih tergolong sehat dan terkendali. Pendapatan daerah dinilai cukup baik dengan tingkat efisiensi belanja mencapai 70 persen dari total anggaran.
> “Rancangan APBD 2026 tetap kami susun dengan prinsip berimbang antara Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Umum (DU). Prioritas kami menjaga agar belanja untuk masyarakat tetap aman tanpa pengurangan program pemberdayaan dan kesejahteraan,” tegasnya.
DPRD Dukung Penuh Sinergi Pemerintah Daerah
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menyampaikan apresiasinya terhadap sikap terbuka Wali Kota Sukabumi dalam menerima pandangan dan kritik dari seluruh fraksi.
> “Kegiatan hari ini adalah bagian dari pembahasan Raperda APBD 2026. Kami di DPRD tentu mendukung setiap kebijakan yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat bersikap adil dalam kebijakan fiskal.
> “Kami berharap pemerintah pusat melihat secara berimbang agar tidak ada pengurangan anggaran yang bisa menghambat perencanaan pembangunan di seluruh wilayah Kota Sukabumi,” tegasnya.
Wawan Juanda menutup dengan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki.
> “Kami mengapresiasi Wali Kota yang mau menerima masukan dan siap berkolaborasi demi mewujudkan Kota Sukabumi yang Bercahaya,” pungkasnya.
Reporter. Deri
Editor. Boy
